
Tidak ada seorangpun yang dapat melihat masa depan secara pasti. Yang dapat dilakukan hanya dapat memprediksi trend yang akan terjadi. Misalkan pola perilaku mencari berita, dahulu orang-orang lebih senang mengisi waktu luangnya dengan membaca Koran, kemudian bergerak dengan mendengarkan radio, kemudian saat ini orang orang lebih senang menonton TV. Akan tetapi, dengan munculnya teknologi gadget seperti BlackBerry, iPhone, dsb yang memiliki kecepatan akses dan kemampuan mobilitas yg tinggi, maka pola orang-oang dalam mengakses informasi berubah, dari berupa fisik atau analog kearah digital. Dari pengalaman kita dapat menemukan fakta bahwa, akhirnya kita lebih banyak mengetik daripada menulis tangan.
Perkembangan komunikasi yang menuntut adanya efisiensi waktu ini, kemudian mendorong para ahli untuk menemukan teknologi-teknologi perantara baru yang dapat memfasilitasi keinginan-keinginan tersebut. Kabel menjadi salah satu benda yang disorot. Pengembangan tembaga menjadi serat optik menjadi salah satu temuan mutakhir yang meningkatkan efisiensi waktu dalam sistem komunikasi. Dengan serat optik, narasumber dapat mengirimkan informasi dengan kapasitas yang besar baik itu besaran data maupun kecepatan. Kunci utama dari komunikasi era digital adalah ketersediaan infrastruktur jaringan internet. Oleh karena itu para pemimpin kita menyadari pentingnya komunikasi dengan membuat mega proyek Palapa Ring.
Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer (id.wikipedia.org). Nama palapa diambil dari sumpah Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit yaitu Sumpah Palapa yang isinya “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Pulau Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa."
Infrastruktur di Indonesia sudah cukup baik, namun dibandingkan dengan perkembangan dunia infratruktur di Indonesia masih belum terbangun dengan baik, tersusun, teratur, rapih dan terjaga. Indonesia masih dirasa kekurangan modal untuk membangun berbagai infrastruktur yang baik, up to date dan aman. Alasan ini dirasa cukup kental mempengaruhi berbagai pembangunan infrastruktur Indonesia yang masih sering terbangun hanya setengah-setengah, atau dengan kata lain ada yang kurang entah dari segi keselamatan, standar operasi, dan lain-lain.
Pemerintah percaya bahwa Palapa Ring akan membantu negara mengatasi masalah akses telekomunikasi, terutama di daerah Timur. Hal ini juga berharap bahwa jaringan akan mengakibatkan pengurangan di negara harga bandwidth yang tinggi. Setelah jaringan selesai, akses akan ditawarkan kepada operator telekomunikasi, termasuk penyedia layanan internet.(by Yoki)
Selasa, 09 Maret 2010
Kesanggupan Indonesia Menghadapi Masa Depan Yang Modern dan Berbasis Teknologi Yang Mudah Diakses
Diposting oleh yoki di 02.33
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar