
Indonesia Memiliki bebagai potensi yang dimiliki, baik potensi alam, pariwisata, kebudayaan , pendidikan maupun kesenian yang begitu banyak kita miliki. Dengan bantuan media Internet, kita dapat melakukan sosialisasi, menawarkan semua potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Namun hambatan hambatan yang muncul adalah penggunaan internet di Indonesia masih sangat minim, masih sekitar sekitar 10 persen dari total populasi penduduk Indonesia (www.internetworldstats.com). Hal ini disebabkan tarif internet di Indonesia masih terbilang mahal bila dibandingkan di AS ataupun di Eropa. Hambatan lain yang kita hadapi saat ini, terutama dalam internet , bahasa maupun konten yang di dalamnya rata rata dikuasai oleh orang yang berasal dari luar Indonesia.
Industri Konten Lokal dapat bergerak dalam bidang Software, Karya Seni, Lagu, Design Batik, Animasi, dll. Banyak anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan innovatif menghasilkan produk-produk Animasi yang sangat bagus, contohnya film animasi 3D pertama yang ditayangkan di layar lebar, Film tersebut berjudul “Meraih Mimpi” yang diproduksi Infinite Frameworks (IFW), studio animasi yang berpusat di Batam. Dari 150 animator hampir semuanya orang Indonesia dan hanya 5 orang asing. Akan tetapi banyak Penyelenggara Siaran TV Indonesia malah beli produk-produk asing yang jauh lebih mahal. Hal ini menandakan bahwa Penyelenggara Siaran TV Indonesia lemah dalam melihat potensi sebuah produk(ide) dan inovasi.
Contoh lain adalah Multimedia Content dan Edutainment. Dalam hal ini Indonesia masih bisa sedikit membusungkan dada. Mobile content (games, online publisher) kita sudah mulai populer dan mudah dijumpai, multimedia pendidikan(software) juga semakin hebat. Produk buatan IlmuKomputer.Com (Brainmatics) sudah masuk ke bank-bank asing, perusahaan asing, perusahaan penerbangan, perusahaan perkebunan, universitas, sma/smk dan juga TV edukasi.
Banyak peluang-peluang emas yang dapat dikembangkan Indonesia dalam industry Software. Menurut IDC Professional Developer Model (2004), Jumlah software house di Indonesia mencapai 250 dan akan meningkat 2 kali dalam 5 tahun ke depan. Jumlah pengembang profesional mencapai 56.500 orang dan akan meningkat sampai 71.600 orang di tahun 2010.
Kalau konten-konten local itu sudah mendunia dan berpengaruh, saya yakin daya saing bangsa Indonesia akan semakin tinggi, tidak menutup kemungkinan mata dunia akan berbalik berguru kepada kita tentang isi dan hakekat yang kita miliki. Oleh karena itu perlu kesadaran dan kemauan keras dari generasi penerus bangsa ini dalam mengembangkan local content. (by Yoki)
Selasa, 23 Maret 2010
Potensi konten lokal Indonesia
Diposting oleh yoki di 06.22
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar